Sejarah Kuttab

"KUTTAB; LEMBAGA PENDIDIKAN ISLAM KLASIK"
Moh. Toriqul Chaer
(Staf Pengajar STIT Islamiyah Karya Pembangunan Paron Ngawi)

Pada awal Islam diturunkan, bangsa Arab dikenal dengan sebutan “kaum jahil”. Kaum Quraisy yang merupakan penduduk Mekah, sebagai bangsawan di kalangan bangsa Arab hanya memiliki 17 orang yang pandai baca tulis. Sedangkan suku Aus dan Khazraj penduduk Yastrib (Madinah) hanya memiliki 11 orang yang pandai membaca (Lihat Musyrifah Sunanto, 2003, Sejarah Islam Klasik (Perkembangan Ilmu Pengetahuan Islam), Bogor : Penerbit Kencana, hlm. 13-14).

Ahmad Amin (1965) dalam Fajr Al Islam, menerangkan bahwa 17 orang dari kaum Quraisy yang mahir dalam hal baca tulis, adalah; 1) Umar bin Khattab, 2) Ali bin Abu Thalib, 3) ‘Usman bin ‘Affan, 4) Abu ‘Ubaidah bin Al-Jarrah, 5) Talhah, 6) Yazid bin Abu Sofyan, 7) Abu Huzaifah bin ‘Utbah, 8) Hathib bin ‘Amr, 9) Abu salamah bin Abdul Asad Al-Makhzumy, 10) Aban bin Sa’id bin Al-‘Ash bin Umaiyah, 11) Khalid bin Sa’id , 12) Saudaranya Khalid bin Sa’id, 13) Abdullah bin Sa’d bin Abu Sarh Al-Amiry, 14) Huwaithib bin Abdul ‘Uzza, 15) Abu Sufyan bin Harb, 16) Muawiyah bin Abu Sufyan, 17) Juhaim bin As-Shalt. Sementara dari kaum wanita yang telah pandai tulis-baca adalah: 1) Hafsah, istri Nabi SAW., 2) Ummi Kalsum bin ‘Uqbah, 3)‘Aisyah binti Sa’d, 4) As-Syifak binti Abdullah Al-‘Adawiyah, 5) Karimah binti Al-Miqdad, 6) isteri Nabi Muhammad SAW. yang bernama ‘Aisyah bin Abu Bakr, 7) isteri Nabi Muhammad SAW yang bernama Ummi Salamah juga pandai membaca tetapi tidak pandai menulis.

Bukti keberadaan para sahabat yang telah pandai tulis baca juga dapat ditemui pada riwayat As-Suyuti perihal masuk Islamnya Umar bin Khattab dari riwayat Ibn Sa’ad, dari Abu Ya’la dan Al-Hakim serta Al-Baihaqi, dari Anas dia berkata: “........ Umar berkata: “Berikan kepada kitab yang kalian baca (Al-Qur’an) hingga saya juga bisa membacanya!” Saudarinya berkata, “Tidak mungkin! Karena engkau najis. Dan sesungguhnya tidak ada seorangpun yang berhak menyentuh Kitab ini kecuali dia berada dalam keadaan suci, maka mandilah engkau dan berwudhu’lah!.” Umar kemudian berdiri dan mengambil wudlu’, kemudian dia membaca surat Thaha hingga berakhir pada ayat 14 (Amin, 1965: 140-141).

Islam mengenal lembaga pendidikan dimulai bersamaan dengan turunnya wahyu Allah kepada Nabi SAW. Nisar (2007) mengungkapkan bahwa lembaga pendidikan dan sistem pembelajaran masa Rasulullah (fase Mekkah) adalah rumah Arqam bin Abi Al-Arqam dan kuttab. Dalam perkembangan selanjutnya, ketika rumah Al-Arqam dan rumah lain dianggap sudah tidak dapat memuat bilangan kaum muslim yang begitu besar, umat Islam kemudian mengalihkan lembaga pendidikannya ke masjid yang menjadi tempat kedua atau institusi kedua setelah rumah Al-Arqam. Sedangkan lembaga pendidikan ketiga muncul setelah kerajaan bani Umayyah. Masjid yang semula dijadikan tempat belajar utama kini beralih menjadi tempat belajar orang dewasa sementara anak-anak mulai mempelajari ilmu di Kuttab (Nata, 2003: 152).

Kuttab telah ada di negeri Arab sejak masa pra-Islam, walau belum begitu dikenal dan baru berkembang pesat setelah periode bani Ummayah, namun seiring dengan meluasnya wilayah kekuasaan Islam, jumlah pemeluk Islam yang semakin bertambah jumlahnya. Selain kuttab-kuttab yang ada di masjid, terdapat pula kuttab-kuttab umum yang berbentuk madrasah, yakni telah mempergunakan gedung sendiri dan mampu menampung ribuan murid. Kuttab jenis ini mulai berkembang karena adanya pengajaran khusus bagi anak-anak keluarga kerajaan, para pembesar, dan pegawai Istana. Diantara yang mengembangkan pengajaran secara khusus ini adalah Hajjaj bin Yusuf al-Saqafi (w.714). Hajjaj bin Yusuf al-Saqafi yang pada mulanya menjadi muaddib bagi anak-anak Sulayman bin Na’im, Wazir Abd almalik bin Marwan (Syalabi, 2003: 86).

Dalam Jurnal "AL MURABBI" Vol. 01 No. 02 Januari-Juni 2015 ISSN 2406-775X

Download Full PDF disini

Mengenal Kuttab

Kuttab ialah Lembaga pendidikan anak-anak usia 5 – 12 tahun yang mulai diaplikasikan sejak bulan Juni 2012, yang kurikulumnya menitik beratkan pada Iman dan Al-Qur’an. Kurikulum yang dirumuskan dalam diskusi rutin sejak 5 tahun silam dan dijadikan modul-modul panduan dalam pembelajaran. Lembaga yang menggali kurikulumnya dari kitab-kitab para ulama berlandaskan Al-Qur’an dan Assunah. Lembaga Pendidikan yang memprioritaskan tahapan pendidikan.


Konsep kuttab bukanlah hal yang baru, hanya sudah terlalu lama sejarah peradaban ini terbenam oleh debu-debu zaman. Al-Fatih berusaha untuk mengawali membuka kembali lembaran – lembaran sejarah itu yang terlipat. Maka lahirlah di tahun 2012, bermodal keyakinan berharap kebesaran.

POSKU

Blog ini dikelola oleh Persatuan Orangtua Santri Kuttab (POSKU) Al-fatih Jember

Kontak kami

Address: Jl. Kartini 52 Jember (Depan Upnormal) | Telp: (Penanggung Jawab) 0895-362-303030 / 0822-3376-9000

Denah

Denah
Klik kanan > Open image in new tab