Ciri-ciri kultus umumnya meliputi beberapa hal berikut:
-
Mengkultuskan seorang pemimpin hingga dianggap selalu benar, tidak boleh dikritik, bahkan perkataannya lebih diikuti daripada dalil atau aturan yang berlaku. - Menuntut ketaatan mutlak, tanpa ruang bertanya atau berdiskusi secara sehat.
- Mengisolasi anggota dari keluarga, teman, atau sumber informasi yang berbeda.
- Melarang kritik dan pertanyaan, serta menganggap keraguan sebagai dosa, pengkhianatan, atau tanda lemahnya iman.
- Mengklaim hanya kelompoknya yang benar, sedangkan semua kelompok lain dianggap sesat atau pasti salah.
- Mengendalikan kehidupan anggota, seperti pilihan pergaulan, pekerjaan, pendidikan, bahkan pernikahan secara berlebihan.
- Memanfaatkan anggota untuk kepentingan pemimpin, misalnya tenaga, harta, atau kekuasaan.
- Menggunakan rasa takut atau rasa bersalah agar anggota tetap patuh, misalnya ancaman dikucilkan atau mendapat hukuman jika keluar.
- Kurang transparan, terutama dalam urusan kepemimpinan, keuangan, atau pengambilan keputusan.
- Sulit keluar dari kelompok, karena ada tekanan psikologis, sosial, atau ancaman terhadap anggota yang ingin meninggalkan kelompok.
